Tuesday, July 13, 2010

Musafir Berbicara di 1 Sya'ban


Bismillahirrahmanirrahim..


Lahirmu ke dunia wahai si musafir
Punya takdir cinta tersendiri
Punya putih, tiada yang hitam
Punya roh dan jasad yang bersatu
Untuk menyemai cinta di bumi Tuhan
Untuk mengerti dan melakar episod
Pahlawan Islam zaman silam

Di sini
Musafir menyelusuri lorong Rasulullah
Mengerti Iman dan Islam
Mengerti cahaya dalam cahaya
Mengerti tarbiyyah dab perjuangan
Mengerti cinta sang sahabat

Lihatlah langit
Musafir ini
Di saat bahagianya bertamu
Terasa seisi dunia miliknya
Ada harta, ada keluarga dan
Ada cinta manusia

Saat iman musafir menyembah bumi
Ranap hancur hati yang telah dipandu tarbiyah
Dunia yang mencuri pandang
Akhirnya selesa menjadi raja di ruang jasad
Dosa yang membunuh pahala terbina tanpa sedar

Apakah punya ruang kembali mencintai
Apakah punya ruang sisa taubat ini diterima
Sujud keinsafan di kejauhan malam
Tanda menyerah diri

Lantas
Air mata sang musafir megalir laju
Hati wanitanya tenggelam kelemasan
Jauh di dasar bumi
Terbayang sesuatu yang berat di bahu
Pikul, pikul, pikul
Terbayang Padang Mahsyar
Terasa pecah urat darah

Kebimbanganmu ya Rasulullah pada ummat
Terkandung hikmah buat sang musafir
Kerana lorongmu ini
Berlanjutan cinta, sayang dan rindu
Menyimpan satu harapan menatap wajahmu
Di suatu hari

Si musafir
Tutuplah pintu-pintu yang tidak halal
Agar lorong ini tidak bisa lagi dihiasi
Hiasan palsu...


No comments:

Post a Comment

Sedetik di Istanbul

Sedetik di Istanbul Perjalanan udara 11 jam dari Kuala Lumpur tidaklah sesukar hati yang membayang. Alhamdulillah, bagai mimpi menj...